Ingat sisa uang yang tersisa tadi hanya ada uang Rp. 50.000,- lebihnya hanya Rp. 3.000,-. Dalam hati agak tenang, insyaAllah dua hari lagi akan mendapat gaji yang cukup untuk bertahan di sini sekalipun tak seberapa. Yang jelas, dengan keberadaanku di sini aku bebas bayar kontrakan per bulan. Aku nggak nganggur tanpa tujuan yang jelas, dan aku bisa mempertahankan tinggal di kota ini untuk beberapa waktu ke depan!
Ketika pikiran ini mempertanyakan diri kenapa dan mengapa aku terdampar di sini, jelas jawabannya semuanya tak lepas dari izin-Nya serta ketekatan hatiku sendiri. Tanpa ijazah, tanpa ketrampilan yang jelas, tanpa saudara, yang aku punya hanya kain bekas dan ...kamu...
Aduh, kok kamu ya? Kayaknya iya deh. Soalnya aku berada di sini karena ingin bisa dekat denganmu saja, seperti mimpi kita dulu denganmu apa yang kita citakan kemungkinan akan terbukakan jalannya.
Saat ini aku sedang kebanjiran semangat buat menulis. Ya, ada harapan suatu hari nanti apa yang aku tulis pada waktunya akan membawa sebuah keajaiban dalam hidupku. Dalam ingatan, pokoknya dengan bergulirnya hari, yang terpenting adalah menulis dulu. Menulis-menulis dan menulis...Jika saja hari ini nggak sanggup untuk menulis dan memposting sebuah tulisan, toh masih ada hari esok atau lusa!
Hingga pada akhirnya, aku seolah berada di titik nol kesulitan untuk memahami apa yang pernah aku inginkan dan harapkan selama ini...
Sampai aku kebingungan menerangkan siapa aku walaupun hanya pada diriku sendiri.
''Your Writing is Powering!'' Itu bisikan yang ada dihatiku sehingga tak mengherankan jika aku tergila-gila untuk menulis. Aku meyakini, semakin banyak kali aku menulis maka aku semakin bisa membangun sebuah kekuatan pada diriku ini. Kekuatan apa?
Kenyataan aku bukan siapa-siapa, banyak orang yang menganggap bahwa aku orang yang sangat egois! Itu pernah terlontar mulai dari bibir orang tuaku, beberapa orang terdekatku dan kamu...
Belakangan ini aku memang sedang tidak bisa menulis dengan serius dan dengan jiwa yang penuh kesungguhan. Dibenak pikiran sebenarnya ada banyak sesuatu yang sudah ingin aku tuliskan. Namun sayangnya semuanya tidak ada yang bisa untuk dituliskan. Serba semrawut deh...
Sedang kesusahan untuk menulis, tak ada yang menghukum memang. Akan tetapi dalam hatiku aku merasa kehilangan power jika aku berhenti sehari tidak menulis. Entah kenapa niat awalku menulis untuk berbagi inspirasi kini berangsur-angsur aku mulai bermimpi menulis bisa dijadikan jalan mendapatkan rejeki!
Ada didalam bayanganku aku berniat untuk memulai agar bisa tertarik dengan novel dan menuliskannya. Seakan aku menginginkan diriku menjadi seorang novelis. Aku ingin bisa menaruh kekuatan dari isi cerita novel yang aku tulis. Tentunya dengan imajinasi alur pikiranku sendiri. Baik atau buruknya, apa yang aku tulis akan sesuai dengan karakter tulisanku.
Aku padahal tak pernah meyakini jika tulisanku itu hebat. Tapi, harus aku akui bahwa pengalamanku menulis di Blog Keroyokan bernamakan X telah membuatku berani punya ambisi.
Hikmah yang aku petik dari ngeblog dilapak tersebut, aku menjadi sadar dan percaya bahwa setiap orang bisa menjadi Hero, bisa menjadi orang yang super extraordinary than before....
Apa saja deh....kayak segala sesuatu bisa didapat dengan satu cara....
Well, kenyataannya aku adalah aku...
Aku sudah lelah mencaci diriku sendiri, saat ini adalah kesempatanku untuk mulai membangun sebuah kepercayaan diri. Berani mengalah akan pernah terhanyutnya aku pada sebuah kalimat yang satu ini; Your Writing is Powering! Bagaimana pun juga aku mampu memaklumi alasanku itu. Kenapa aku begini, dan kenapa aku begitu. Pengalaman terkucil, dan punya reputasi buruk dimata orang banyak menjadikan aku haus akan kenikmatan dan kemewahan duniawi.
Hingga keadaan memojokkan aku seperti ini!
Ini salahku atau salahmu? Ah, semua pasti terjadi tak lepas dari kehendak-Nya...Iman hatiku memang ciut, terbukti sekali ketika aku bertanya padamu bagaimana nasibku jika suatu saat entah kapan waktunya kita berpisah.
''Kau menggantungkan makhluk dan bukan Allah!'' katamu
Aku terdiam tak menjawab. Menikmati lamunan yang mengkhawatirkan keadaanku sendiri jika tanpamu lagi. Sering aku berpikir, apakah lebih baik jika kita berpisah mulai detik ini? Jika kebahagiaan diantara kita selalu terhalang oleh ketidak dewasaanku, keegoisanku dan pikiran konyol yang liar dariku ini.
Cantik di wajahku tak kurasa, uang yang saban hari aku kumpulan dari bekerja entah kemana, aku kini hanya punya raga. Dan mempertanyakan apakah aku masih punya hati nurani? Orang-orang yang sukses lebih dulu tak jarang meracuni pikiranku, seakan mereka datang dan hilang meledekiku. Apalagi. jika dalam sehari aku tak menulis. I'm really loose my power!
Malu, tak berdaya, ingin memberontak dengan keadaan dan kenyataan yang ada. Syukurlah dihari kemarin aku menemukan beberapa kalimat ini pada sebuah blog muslimah.
“Barang siapa yang semangatnya untuk mengejar akhirat, Allah pasti mengumpulkan segala kekuatannya, menjadikan kekayaan di dalam hatinya, sementara dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan pasrah. Adapun barang siapa yang semangatnya untuk dunia, Allah akan memecah-belah kekuatannya, menjadikan kemiskinan selalu membayangi matanya, sementara dunia yang mendatanginya hanya sebatas yang ditetapkan oleh Allah pada dirinya saja.”
Sekian lama hidupku sudah kubiarkan jatuh dalam dosa penuh kehinaan. Rasanya tak ingin membuat jiwa dan raga ini bertambah hina. Kelemahanku, aku tak sanggup mengatakan apakah yang sedang terjadi saat ini merupakan ujian dari Allah, inikah sebagian azab Allah untukku. Bukannya aku berprasangka buruk, tapi aku telah mengakui bahwa kesalahan dan dosaku sudah sangat banyak tak terhingga.
Cinta menulis, menulis cinta dan ternyata menulis telah membawaku menyatu dalam pelukan cinta yang aku miliki. Menjadi penulis itu impianku.
Pada mulanya semua bermula dari ENOL besar! Aku mendapatkan pelajaran sastra selama aku ikut sekolah di bangku SD sampai SMA. Aku nggak suka yang namanya belajar di sekolah sekalipun Pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan jebolan dari bangku kuliah, bukan siap-siapa. Malah yang ada aku hanya seorang mantan pembantu rumah tangga. Yang tak terlupakan semasa sekolah dulu yaitu keberadaan seorang guru yang membimbing mata pelajaran Kimia. Ia tahu kekuranganku, ia tahu kelemahanku bahkan ia tahu isi hatiku dan juga apa yang ada di pikiranku.
Hingga pada akhirnya sampai saat ini aku terinspirasi menjadi seorang motivator! Kekurangan jiwa itu aku yakini lebih parah daripada kekurangan makan! Sebab, kekurangan jiwa bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan penyelewengan seperti misalnya depresi/frustasi/strees yang mendorong orang tersebut ingin bunuh diri.
Dalam menginnginkan sesuatu memang harus dengan jalan berusaha. Langkah pertama yang harus dimiliki yaitu adanya sikap penghargaan diri. Agar potensi yang ada dapat tergali.
Ngalor ngidul nggak jelas ya, yang aku tulis seakan nggak nyambung, Asal nulis kah? Terasa kurang sebab pikirannya memang lagi seperti ini.
Lebih mengenaskan lagi, pintamu yang menyuruhku untuk tidak menganggap keberadaanmu.
''Dia Tidak Ada Harganya...''; katamu.
(Kata itu telah membuat air mata ini meleleh haru, sungguh membuat hatiku tercabik. Sakit! Aku harus membuktikannya bahwa kamu pada kenyatannya sangat berharga).
Kini apa yang aku katakan dulu itu terbukti kan? Bahwa aku kini tidak ada lagi harganya.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusThe Slots and Video Poker Games at CasinosSlots.com
BalasHapus› slots › slots The best slots at CasinosSlots.com. Read our bet365 korea detailed review of every 스포츠무료중계 casino slot that bet365 가상 축구 features its own 포커 고수 bonuses, free spins, 텐벳 free spins,
Betting in your city - Sporting 100
BalasHapusBetting 토토사이트 in worrione.com your https://febcasino.com/review/merit-casino/ city - 1xbet app Sporting 100 septcasino.com