Jumat, 13 Februari 2015

Cita Cinta Regina

Regina adalah cewe yang baik-baik, bahkan sebelum usianya menginjak remaja. Ia sangat baik, cerdas, pemimpi yang hebat dan periang. Wajahnya imut, rambutnya ikal dan ia sama sekali tak senang tak kala sedang berada di depan cermin yang menyatu dengan pintu lemari baju di rumahnya. Tak heran jika ia pernah sekali atau dua kali memotong rambutnya sendiri tanpa sepengetahuan emaknya. Ayahnya lebih menyayanginya daripada kakak dan adiknya! Entah apa yang membuat keduanya menjadi lebih dekat, apakah karena sewaktu lahir ayahnya melihat langsung bayi Regina?

Emaknya menceritakan, sewaktu Regina lahir ayahnya sedang berada di rumah, berbeda sekali dengan saat kelahiran kakak dan adiknya Regina. Penyakit yang diderita Regina sejak kecil ialah penyakit kulit. Setiap kali musim tanam padi dan mau panen padi, tidak jarang ia diajak orang tuanya bermukim di sana,. Menikmati hangatnya matahari dipagi hari. Merasakan panas terik matahari, dinginnya hujan dan merelakan diri jika badannya menjadi kotor kumuh.

Ibu Regina dalam kesehariannya bekerja membantu mencarikan rumput untuk seekor kuda ayahnya yang ada di rumah. Biasanya emak Regina akan merumput setelah urusan rumah sudah beres, seperti memasak, mencuci baju, membersihkan rumah. Sosok ibunya dari dulu sampai sekarang masih sama. Tampak selalu polos, seumur hidup Regina belum pernah melihat ibunya lebih cantik karena berdandan. Sekali saja emaknya membeli sebuah lipstik, namun tetap saja ia malu untuk memakainya. Sekali saja emaknya membeli anting emas, tanpa mau memakainya. Wajahnya yang kurang lebih hampir sama dengan wajah Regina, lebih sering terlihat kurang bahagia dan murung.

Ayahnya sudah menjadi kusir sejak lama sebelum ia menikahi emak Regina. Pada awalnya ayah Regina sedang mencari rumput, tepat di depan rumah Makdenya. Sebelum dinikahi, emak Regina putih, cantik dan anggun mempesona. Rambutnya hitam panjang sampai melebihi pinggangnya. Melihat begitu moleknya emak Regina, ayah Regina sampai terkena sabit yang tajam. Bercucuranlah darah seketika itu. Namun, sama sekali tidak meninggalkan bekas rasa sakit apapun seketika sebab kecantikan emak Regina dimata ayahnya sangat luar biasa!

***

Regina ikut sedih tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia hanyalah anak yang baru mau masuk SD, ia belum sampai untuk ikut meminta belas kasian kepada ayahnya setiap kali ayahnya pulang dari kerjanya sebagai kusir, sering ia mendengar keluahan ibunya yang setiap hari hanya diberikan uang serba pas-pasan. Beras satu kg saat itu hanya Rp. 1.000,- saja. Dan uang jajan Regina serta kakaknya hanya selebar Rp.100,-, sebungkus permen kecil  biasa saat itu hanya Rp. 25,-

Regina masih terlalu kecil untuk dijadikan sebagai tempat curahan hati dari emaknya. Hingga pada saat hujan deras itu, emaknya tak kuasa membendung tangis yang bercucuran keluar dari kelopak matanya sendiri. Ia berniat untuk melarikan diri dan menghilang, tidak betah dengan ulah ayah Regina yang seenaknya sendiri. Tapi tekat untuk mempertahankan diri dekat dengan anak-anaknya, akhirnya ia tidak pernah mengulangi hal itu lagi sampai saat ini.

Minuman keras, mabuk, berjudi, beli nomor, mungkin satu atau dua kali hingga ayahnya terkabarkan dari mulut ibu Regina sendiri kalau ia doyan wanita. Yang lebih sadisnya, pada pernikahan awalnya dulu ayahnya pernah membawa wanita lain tidur di dalam rumahnya. Sekali lagi Regina hanyalah anak yang masih kecil, tapi hatinya sudah terlalu banyak mendengar cerita buruk yang menimpa emaknya sendiri. Regina hanya diam, sedih dan larut bersama perasaan ibunya yang galau tak terkira.

Jalan emak Regina untuk mendapatkan uang tambahan belanja ialah ia menyempatkan diri membuat kerupuk yang berasal dari ketela pohon di parut. Pekerjaan itu memang sepele dan hasilnya tidak seberapa. Tapi, Regina tahu bahwa ibunya memperkerjakannya dengan sepenuh hati. Ia melihat ibunya dengan sabar memarut satu persatu ketela yang ada di hadapannya. Hasil dari sari pati ketela itulah bahan dasar utama untuk membuat kerupuk. Regina masih ingat emaknya mencampur sari pati itu dengan vanillli, juga bahan lainnya yang sudah Regina lupakan. Setelah tercampur, baru emak Regina memasaknya. Sesudah itu lalu dicampur dengan pewarna, hingga nanti kerupuknya akan berwarna-warni.

Kakak Regina yang ia ketahui sebenarnya asyik, ia ingat boneka Barbie pertama dari emaknya yang kembar dengan punya kakaknya. Boneka berambut pirang, berpakaian baju rok langsungan, bersepatu high heel dan ada tasnya berwarna pink. Setiap kali sepatu itu tak sengaja jatuh dan tidak ketemu, begitu sedihnya hati Regina. Ingin ia bisa menemukannya sepatu barbie yang hilang itu dan memasangkannya kembali.

Apa-apa jika membeli sesuatu emak Regina membiasakan diri untuk membeli barang yang sama untuk Regina dan kakaknya. Semacam jepit rambut yang berwarna hitam itu. Hihihih asli rambut Regina hanyalah sedikit, tapi jepitnya minta ampun besarnya.

***
Emaknya merasakan keanehan pada perutnya sendiri. Semenjak berada di nama tempat emaknya pengajian dan membawa Regina juga mengikuti acara di sana. Rasanya perut emak Regina tidak enak terus-menerus. Regina tidak tahu jika emaknya hamil dan ingin melahirkan. Tubuh emaknya sangat kecil sampai-sampai perut buncit ibunya samasekali tidak diartikan Regina.

Nggak Usah Dianggap, Dia Tidak Ada Harganya...

Ingat sisa uang yang tersisa tadi hanya ada uang Rp. 50.000,- lebihnya hanya Rp. 3.000,-. Dalam hati agak tenang, insyaAllah dua hari lagi akan mendapat gaji yang cukup untuk bertahan di sini sekalipun tak seberapa. Yang jelas, dengan keberadaanku di sini aku bebas bayar kontrakan per bulan. Aku nggak nganggur tanpa tujuan yang jelas, dan aku bisa mempertahankan tinggal di kota ini untuk beberapa waktu ke depan!

Ketika pikiran ini mempertanyakan diri kenapa dan mengapa aku terdampar di sini, jelas jawabannya semuanya tak lepas dari izin-Nya serta ketekatan hatiku sendiri. Tanpa ijazah, tanpa ketrampilan yang jelas, tanpa saudara, yang aku punya hanya kain bekas dan ...kamu...

Aduh, kok kamu ya? Kayaknya iya deh. Soalnya aku berada di sini karena ingin bisa dekat denganmu saja, seperti mimpi kita dulu denganmu apa yang kita citakan kemungkinan akan terbukakan jalannya.

Saat ini aku sedang kebanjiran semangat buat menulis. Ya, ada harapan suatu hari nanti apa yang aku tulis pada waktunya akan membawa sebuah keajaiban dalam hidupku. Dalam ingatan, pokoknya dengan bergulirnya hari, yang terpenting adalah menulis dulu. Menulis-menulis dan menulis...Jika saja hari ini nggak sanggup untuk menulis dan memposting sebuah tulisan, toh masih ada hari esok atau lusa!

Hingga pada akhirnya, aku seolah berada di titik nol kesulitan untuk memahami apa yang pernah aku inginkan dan harapkan selama ini...

Sampai aku kebingungan menerangkan siapa aku walaupun hanya pada diriku sendiri.
''Your Writing is Powering!'' Itu bisikan yang ada dihatiku sehingga tak mengherankan jika aku tergila-gila untuk menulis. Aku meyakini, semakin banyak kali aku menulis maka aku semakin bisa membangun sebuah kekuatan pada diriku ini. Kekuatan apa?

Kenyataan aku bukan siapa-siapa, banyak orang yang menganggap bahwa aku orang yang sangat egois! Itu pernah terlontar mulai dari bibir orang tuaku, beberapa orang terdekatku dan kamu...

Belakangan ini aku memang sedang tidak bisa menulis dengan serius dan dengan jiwa yang penuh kesungguhan. Dibenak pikiran sebenarnya ada banyak sesuatu yang sudah ingin aku tuliskan. Namun sayangnya semuanya tidak ada yang bisa untuk dituliskan. Serba semrawut deh...

Sedang kesusahan untuk menulis, tak ada yang menghukum memang. Akan tetapi dalam hatiku aku merasa kehilangan power jika aku berhenti sehari tidak menulis. Entah kenapa niat awalku menulis untuk berbagi inspirasi kini berangsur-angsur aku mulai bermimpi menulis bisa dijadikan jalan mendapatkan rejeki!

Ada didalam bayanganku aku berniat untuk memulai agar bisa tertarik dengan novel dan menuliskannya. Seakan aku menginginkan diriku menjadi seorang novelis. Aku ingin bisa menaruh kekuatan dari isi cerita novel yang aku tulis. Tentunya dengan imajinasi alur pikiranku sendiri. Baik atau buruknya, apa yang aku tulis akan sesuai dengan karakter tulisanku.

Aku padahal tak pernah meyakini jika tulisanku itu hebat. Tapi, harus aku akui bahwa pengalamanku menulis di Blog Keroyokan bernamakan X telah membuatku berani punya ambisi.
Hikmah yang aku petik dari ngeblog dilapak tersebut, aku menjadi sadar dan percaya bahwa setiap orang bisa menjadi Hero, bisa menjadi orang yang super extraordinary than before....
Apa saja deh....kayak segala sesuatu bisa didapat dengan satu cara....


Well, kenyataannya aku adalah aku...
Aku sudah lelah mencaci diriku sendiri, saat ini adalah kesempatanku untuk mulai membangun sebuah kepercayaan diri. Berani mengalah akan pernah terhanyutnya aku pada sebuah kalimat yang satu ini; Your Writing is Powering! Bagaimana pun juga aku mampu memaklumi alasanku itu. Kenapa aku begini, dan kenapa aku begitu. Pengalaman terkucil, dan punya reputasi buruk dimata orang banyak menjadikan aku haus akan kenikmatan dan kemewahan duniawi.
Hingga keadaan memojokkan aku seperti ini!

Ini salahku atau salahmu? Ah, semua pasti terjadi tak lepas dari kehendak-Nya...Iman hatiku memang ciut, terbukti sekali ketika aku bertanya padamu bagaimana nasibku jika suatu saat entah kapan waktunya kita berpisah.

''Kau menggantungkan makhluk dan bukan Allah!'' katamu

Aku terdiam tak menjawab. Menikmati lamunan yang mengkhawatirkan keadaanku sendiri jika tanpamu lagi. Sering aku berpikir, apakah lebih  baik jika kita berpisah mulai detik ini? Jika kebahagiaan diantara kita selalu terhalang oleh ketidak dewasaanku, keegoisanku dan pikiran konyol yang liar dariku ini.

Cantik di wajahku tak kurasa, uang yang saban hari aku kumpulan dari bekerja entah kemana, aku kini hanya punya raga. Dan mempertanyakan apakah aku masih punya hati nurani? Orang-orang yang sukses lebih dulu tak jarang meracuni pikiranku, seakan mereka datang dan hilang meledekiku. Apalagi. jika dalam sehari aku tak menulis. I'm really loose my power!
Malu, tak berdaya, ingin memberontak dengan keadaan dan kenyataan yang ada. Syukurlah dihari kemarin aku menemukan beberapa kalimat ini pada sebuah blog muslimah.

“Barang siapa yang semangatnya untuk mengejar akhirat, Allah pasti mengumpulkan segala kekuatannya, menjadikan kekayaan di dalam hatinya, sementara dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan pasrah. Adapun barang siapa yang semangatnya untuk dunia, Allah akan memecah-belah kekuatannya, menjadikan kemiskinan selalu membayangi matanya, sementara dunia yang mendatanginya hanya sebatas yang ditetapkan oleh Allah pada dirinya saja.”

Sekian lama hidupku sudah kubiarkan jatuh dalam dosa penuh kehinaan. Rasanya tak ingin membuat jiwa dan raga ini bertambah hina. Kelemahanku, aku tak sanggup mengatakan apakah yang sedang terjadi saat ini merupakan ujian dari Allah, inikah sebagian azab Allah untukku. Bukannya aku berprasangka buruk, tapi aku telah mengakui bahwa kesalahan dan dosaku sudah sangat banyak tak terhingga.

Cinta menulis, menulis cinta dan ternyata menulis telah membawaku menyatu dalam pelukan cinta yang aku miliki. Menjadi penulis itu impianku.

Pada mulanya semua bermula dari ENOL besar! Aku mendapatkan pelajaran sastra selama aku ikut sekolah di bangku SD sampai SMA. Aku nggak suka yang namanya belajar di sekolah sekalipun Pelajaran Bahasa Indonesia. Bukan jebolan dari bangku kuliah, bukan siap-siapa. Malah yang ada aku hanya seorang mantan pembantu rumah tangga. Yang tak terlupakan semasa sekolah dulu yaitu keberadaan seorang guru yang membimbing mata pelajaran Kimia. Ia tahu kekuranganku, ia tahu kelemahanku bahkan ia tahu isi hatiku dan juga apa yang ada di pikiranku.

Hingga pada akhirnya sampai saat ini aku terinspirasi menjadi seorang motivator! Kekurangan jiwa itu aku yakini lebih parah daripada kekurangan makan! Sebab, kekurangan jiwa bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan penyelewengan seperti misalnya depresi/frustasi/strees yang mendorong orang tersebut ingin bunuh diri.

Dalam menginnginkan sesuatu memang harus dengan jalan berusaha. Langkah pertama yang harus dimiliki yaitu adanya sikap penghargaan diri. Agar potensi yang ada dapat tergali.
Ngalor ngidul nggak jelas ya, yang aku tulis seakan nggak nyambung, Asal nulis kah? Terasa kurang sebab pikirannya memang lagi seperti ini.
Lebih mengenaskan lagi, pintamu yang menyuruhku untuk tidak menganggap keberadaanmu.
''Dia Tidak Ada Harganya...''; katamu.
(Kata itu telah membuat air mata ini meleleh haru, sungguh membuat hatiku tercabik. Sakit! Aku harus membuktikannya bahwa kamu pada kenyatannya sangat berharga).

Senin, 09 Februari 2015

Jadilah Muda yang Smart!

Khususnya bagi para remaja, mendapati rasa galau atau mengalami stress karena suatu masalah adalah hal yang biasa sering dialami. Tentunya, diperlukan solusi dari setiap masalah tersebut. Setiap remaja itu berkembang berbeda,ada yang pandai mengatasi masalah dan ada yang kurang. Kita tau bahwa,remaja adalah masa dimana peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Berhasil tidaknya seorang remaja dalam melewati masa ini sangat mempengaruhi perjalanan panjang hidupnya di masa yang akan datang.
Tak jarang, galau dan stress timbul disebabkan oleh adanya konflik batin pada remaja. Yang mana seorang remaja akan merasa kurang senang apabila keinginannya tidak terpenuhi. Atau karena ketidak sanggupannya memecahkan sebuah masalah yang sedang dihadapi. Sedangkan keadaan emosinya labil akibat perubahan besar yang sedang dialaminya dalam proses tumbuh kembangnya baik fisik maupun mental. Nah,jika seorang remaja mengalami kegalauan atau stress yang berkepanjangan itu sangat membahayakan sekali. Kenapa? Yang jelas akan timbul suatu penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan, seperti kurang nafsu makan yang bisa menyebabkan sakit mag/anoreksia, menjadi pemurung/suka menjauhkan diri dari orang banyak, mengonsumsi narkoba/alcohol, bahkan bunuh diri! Ampun deh …
Untuk memahami kenapa remaja itu labil, ada baiknya kita ketahui bersama perkembangan fisik dan mentalnya terlebih dahulu. Remaja dari segi biologis(fisik),dimulai sekitar 13 tahun  pada umumnya. Masa pematangan fisik manusia akan sejalan sekitar dua tahun, biasanya dihitung sejak haid pertama bagi wanita, atau sejak seorang pria mengalami mimpi basah (mengeluarkan air mani pada waktu tidur) yang pertama. Masa ini juga disebut dengan masa pubertas.
Pada masa puber, hormone seseorang menjadi aktif dalam memproduksi hormone yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu: 1)Folice-Stimulating Hormone(FSH)& 2). Luteinizing Hormone(LH)pada perempuan.
Kedua hormone tersebut untuk merangsang pertumbuhan estrogen & progesterone yang merupakan hormone kewanitaan. Pada anak laki-laki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial Cell Stimulating Hormone(ICSH), merangsang pertumbuhan testoteron. Akibatnya, terjadilah perubahan yang meliputi perkembangan jiwa remaja, pertumbuhan tubuh, badan semakin tinggi, alat kelamin produksinya mulai berfungsi ditandai dengan haid juga payudara membesar (pada wanita), dan tanda-tanda seksual sekunder seperti adanya kumis,jenggot,tumbuh bulu pada ketiak dan kelamin, perubahan suara (pada laki-laki).
Pada perkembangan psikis (mental), terjadi perubahan  sangat dahsyat karena masalahnya adalah berkembangnya perkembangan jiwa dari anak-anak ke dewasa. Padahal kita tau bahwa masa anak-anak dulu lebih biasa menuruti kata hati orang tua, sedangkan setelah mengalih menjadi dewasa, seorang remaja akan merasa mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan sesuatu yang terkadang bertentangan dengan orang tuanya. Akhirnya, konflik-konflik dari dalam diri seringkali menimbulkan masalah pada remaja itu sendiri. Pada remaja, sudah timbul rasa kepedulian terhadap diri sendiri dan selalu ingin tahu perkembangan yang terjadi pada tubuhnya, maka ia butuh ruang untuk refleksi diri. Sebagai contoh, seorang remaja sudah pantas untuk tidur dalam kamar pribadi. Tiap remaja unik,dan berbeda. Hal ini tergantung pada keadaan masyarakat dimana remaja itu tinggal
Konflik batin dapat menimbulkan gangguan jiwa. Misalnya contoh fenomenal di tengah masyarakat kita yang dihadapi remaja saat ini adalah; berselisih pikiran dengan orang tua, ketertinggalannya dalam mengikuti pelajaran di sekolah, masalah dalam pergaulan dengan teman sebaya, tak bisa beradaptasi dengan teman, kurang perhatian dari orang tua, terjerumus dalam dunia criminal(mengonsumsi narkoba, miras, obat-obatan terlarang,atau sex bebas).
Dari setiap permasalahan tersebut biasanya menimbulkan sebuah kegalauan, dan jika masalahnya sudah berlanjut, tak heran jika banyak diantara remaja yang mengidap stress. Timbullah kecemasan dalam hidupnya. Tidak itu saja, putus cinta pun bisa membuat bad mood, ada juga diantara remaja yang kebiungungan mencari pekerjaan, atau mungkin tak laku kerja. Keinginan-keinginan pada remaja sangat tinggi,ia merasa dirinya sudah cukup umur untuk layak hidup mandiri.
Sebaiknya sebagai remaja, dalam menghadapi setiap masalah hendaknya tetaplah tenang dan jangan sampai kehilangan kepercayaan diri. Jangan menjerumuskan diri ke hal-hal yang bersifat negative sebagai pelampiasan rasa kecewanya karena itu akan merugikan diri sendiri dan carilah jalan keluarnya. Berusahalah semaksimal mungkin. Ingat bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah sekaligus masa jembatan untuk mendapatkan sebuah berlian dalam hidup jalannya hanya melewati masa remaja dengan sebaik-baiknya. Masa ini sangat penting dan berpengaruh pada besar kecilnya semangat hidup di masa yang akan datang.
Lahirnya semangat dari seseorang ,tak dapat di paksakan tak juga dapat ditukar dengan cara apapun. Semangat tetap lahir dan ada dari hati.Satu kegalauan, dan satu penderitaan stress tanda bahwa dalam jiwa kita tak ada semangat. Akhirnya, yang ada hanya rasa masa bodoh dan pasrah,malas-malasan, hidup biasa-biasa saja,menjadi suka menunda-nunda pekerjaan dan lebih banyak melamun dan murung. Ketahuilah di luar sana orang-orang semangat sedang sibuk dalam pertaruhannya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Semakin besar masalah yang diterimanya, semakin besar rasa keinginan untuk menaklukan masalah yang sedang dihadapi. Sadarilah bahwa hidup ada di tangan kita sendiri, jika kita berada di dunia yang sama dengan mereka yang sukses dan bahagia mereka bisa, kenapa kita mau menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sia-sia. Semua orang pernah kecewa, pernah menderita dan galau/stress. Boleh-boleh saja asalkan sewajarnya dan segeralah bersemangat kembali.
Apabila ada masalah,dan kegalauan berkepanjangan sebagai akhir pemecahan masalah dijamin hidupmu akan gagal! Ayo jadilah muda yang smart. Jangan hanya karena masalah yang sepele, hidupmu jatuh pada kehancuran disaat usiamu masih muda hanya karena kau tak mampu memecahkan masalah yang kau hadapi. Berkonsultasilah kepada teman terdekatmu, orang tua, guru atau siapa pun orang yang kau percayai. Jangan pernah menyiksa diri dari hal-hal negative yang terlarang sebagai pelarian. Sayangi masa mudamu, agar harapan cerah masa depan dapat terwujud …